Polresta Pangkalpinang kembali melakukan penanaman jagung dalam rangka mendukung program nasional ketahanan pangan. Penanaman jagung dilaksanakan di lahan seluas 30 x 30 meter di Jalan Taib, Kel. Dul Kec. Pangkalanbaru.
Kapolresta Pangkalpinang Kombes Pol Max Mariners, S.I.K., M.H mengatakan penanaman jagung ini untuk mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Pihak Polresta Pangkalpinang bekerja sama dengan Pondok Pesantren Al Barokah yang menyediakan lahan kosong untuk ditanami jagung.
“Penanaman jagung dilaksanakan di lahan seluas 30 x 30 meter di Jalan Taib, Kel. Dul yang dikelola oleh Pondok Pesantren Al Barokah” ucap Kombes Pol Max, Rabu (6/8/2025).
Kombes Pol Max Mariners mengatakan bahwa penanaman jagung manis ini merupakan bagian dari program ketahanan pangan nasional yang dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Pemerintah Desa di wilayah Kecamatan Pangkalanbaru. Program ini dinilai sangat strategis, tidak hanya untuk mendukung ketahanan pangan, tetapi juga sebagai bentuk pemberdayaan santri dan masyarakat lokal melalui kegiatan pertanian yang produktif dan berkelanjutan.
Kapolsek Pangkalanbaru Iptu Budi Santoso, S.H yang hadir di lokasi menyampaikan apresiasi kepada Pondok Pesantren Al Barokah yang telah ikut serta dalam mendukung program nasional ini.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada pihak Pondok Pesantren Al Barokah yang telah memfasilitasi lahan dan bersedia mengelola. Ini adalah bentuk sinergi nyata antara Kepolisian, santri dan masyarakat dalam menjaga ketahanan pangan,” ujar Iptu Budi.
Iptu Budi menambahkan bahwa Polsek Pangkalanbaru akan terus melakukan pendampingan dan pemantauan terhadap kelompok tani santri pondok pesantren Al Barokah agar seluruh proses pertanian berjalan lancar.
“Kami dari Polsek tidak hanya hadir saat seremonial. Kami juga akan terus memantau perkembangan dan memberikan dukungan semampu kami,” ujar Iptu Budi.
Adapun jagung yang ditanam sebanyak 1.750 butir merupakan bibit Jagung Manis varietas Paragon Hybrida F1. Penanaman dilakukan di lahan tanah mineral dengan menggunakan metode monokultur. Media tanam yang digunakan merupakan kombinasi antara pupuk kandang dan pupuk kimia. Panen direncanakan akan dilakukan pada bulan November 2025 mendatang.
● Humas Polresta Pangkalpinang





